Friday, December 30, 2011

Muhasabah iman kita!

Orang mukmin yang baik itu hidupnya luar biasa. Unik dan berbeza sangat dengan manusia yang lain. Dia berhadapan dengan kehidupan penuh tenang. Kejahatan orang tidak dibalas dengan kejahatan. Bahkan didoakan orang yang membuat jahat dengannya. Berhadapan dengan ujian dia tenang. Berhadapan dengan nikmat dia bersyukur. Jadual waktunya dengan Tuhan tetap dan istiqamah. Walau di dalam keadaan susah dan senang. Bermesra dengan orang. Tetamu yang datang dihormati sesuai dengan kedudukannya. Tidak boleh mendengar orang mendapat kesusahan. Selagi tidak dapat ditolongnya, menderita jiwanya. Merendah diri adalah budaya hidupnya. Setiap orang yang meminta pertolongan jarang tidak ditunaikannya. Pemurah sangat terserlah di dalam kehidupannya. Tidak pernah mengeluh berhadapan dengan penderitaan. Tapi dia mengeluh dengan dosa-dosanya. Atau mengeluh bila berhadapan dengan kelemahan dan kecuaian. Rasa kehambaan tampak kelihatan pada mukany.a Tuhan selalu sahaja disebut-sebut di dalam perbualannya. Nampak sangat bahawa Tuhan itu adalah sandaran hidupnya. Gembira tidaklah sampai ketawa berdekah-dekah. Kesusahannya tidaklah sampai muram di mukanya. Lebih-lebih lagi tidak rasa kecewa dan putus asa berhadapan dengan kesusahannya. Tawakal, sabar dan redha adalah menjadi budaya hidupnya.

Beza antara orang Islam dan orang mukmin terlalu jauh. Kalau wujud ciri mukmin maka secara automatik ciri Islam itu wujud. Namum, kalau ciri Islam wujud pada seseorang, belum tentu ciri mukmin juga ada. Kerana itu iman perlu dicari. Iman itulah taqwa. Tidak cukup jadi orang Islam sahaja tetapi mesti menjadi orang mukmin (bertaqwa).

Iman adalah hakikat dan Islam adalah syariat. Iman bersifat rohaniah dan Islam bersifat lahiriah. Yang Tuhan akan nilai di Akhirat nanti ialah iman. Yang Tuhan akan nilai adalah hakikatnya. Hakikat bertapak pada roh atau hati. Hatilah yang Tuhan akan nilai, bukan soal-soal lahir. Namum, kedua-duanya mesti  dibuat. Tetapi keutamaannya adalah pada hati. Orang mukmin dijamin masuk Syurga sedangkan orang Islam tidak dijamin sedemikian.

Ada satu cerita di zaman Rasulullah SAW. Seorang Arab Badwi masuk Islam. Apabila bertemu dengan Rasulullah, dia berkata kepada baginda,”Wahai Rasulullah, saya sudah beriman.” Terus Rasulullah menegur,” Jangan katakan kamu sudah beriman. Katakanlah sahaja kamu sudah Islam.”

Ertinya untuk dapat iman adalah susah. Untuk menjadi Islam, itu mudah. Syahadah sahaja, sudah Islam. Di sinilah kita lihat mengapa umat Islam masih jahat walaupun ibadah banyak. Ibadah banyak menggambarkan kulit atau syariat Islam. Ibadah tidak semestinya menggambarkan iman dan taqwa.

Katalah seseorang itu sembahyangnya banyak, puasa sunatnya banyak, rajin mengaji dan berjuang tetapi dalam masa yang sama dia berbohong, rasuah, hasad dengki, tidak ada kasih sayang dan tidak pedulikan orang. Islamnya hebat. Syariatnya pun hebat. Tetapi cacatnya terlalu banyak. Itu petanda hatinya belum benar-benar beriman dan bertaqwa.

Perasaan bersalah perlu ada dalam hati tatkala begitu banyak dosa kita lakukan. Tatkala begitu banyak maksiat berlaku di sekeliling kita tanpa kita usaha mencegahnya. Beruntunglah insan bilamana sekadar hatinya benci akan perkara itu. Tulisan ini sekadar renungan bersama setelah lama mendiamkan diri. Jangan mengeluh bila begitu banyak dugaan menghimpit diri. Jadikan ia peluang untuk kita dekat padaNya. Yakinlah selangkah kita dekat padaNya, seribu langkah Dia dekat pada kita. Apabila kita merasai perasaan itu, percayalah segala dugaan itu seolah-olah tidak menggambarkan apa-apa kesusahan pun. Kembalilah, berpalinglah kepadaNya pada ketika ramai umat manusia sudah lupa akan Dia. Hanya itulah ketenangan, kebahagiaan yang abadi.

Wassalam..

Tuesday, September 6, 2011

Saat Cinta Berbuah Syurga


“Said anakku, sudah saatnya kau mencari teman sejati yang setia dalam suka dan duka. Seorang teman baik yang akan membantumu untuk menjadi orang baik. Teman sejati yang mampu kau ajak bercinta untuk syurga.”

Di tanah Kurdistan ada seorang raja yang adil dan soleh. Dia memiliki seorang anak lelaki yang tampan, cerdas dan pemberani. Saat-saat paling menyenangkan bagi sang raja adalah ketika dia mengajari anaknya itu membaca Al-Qur’an. Sang raja menceritakan kepadanya kisah-kisah kepahlawanan para panglima dan tentaranya di medan pertempuran. Anak raja yang bernama Said itu, sangat gembira mendengar kisah yang diceritakan oleh ayahnya. Si kecil Said akan merasa jengkel jika di tengah-tengah ayahnya bercerita, tiba-tiba ada yang memutuskannya.

Terkadang, ketika sedang asyik mendengarkan cerita ayahnya, tiba-tiba pengawal masuk dan memberitahukan bahawa ada tamu penting yang harus ditemui oleh raja. Sang raja tahu apa yang di rasakan anaknya.

Maka, dia memberi nasihat kepada anaknya, “Said, Anakku, sudah saatnya kau mencari teman sejati yang setia dalam suka dan duka. Seorang teman baik yang akan membantumu untuk menjadi orang baik. Teman sejati yang mampu kau ajak bercinta untuk syurga.”
Said tersentak mendengar perkataan ayahnya.

“Apa maksud Ayah dengan teman yang bisa diajak bercinta untuk syurga?” tanyanya dengan nada penasaran.
“Dia adalah teman sejati yang benar-benar mahu berteman denganmu, bukan karena darjatmu, tapi karena kemurnian cinta itu sendiri, yang tercipta dari keikhlasan hati. Dia mencintaimu karena Allah. Dengan dasar itu, kaupun mencintainya dengan penuh keikhlasan karena Allah. Kekuatan cinta kalian akan melahirkan kekuatan dahsyat yang membawa manfaat dan kebaikan. Kekuatan cinta itu juga akan bersinar dan membawa kalian masuk ke syurga.”

"Bagaimana cara mencari teman seperti itu, Ayah?” tanya said.

Sang raja menjawab, “Kamu harus menguji orang yang hendak kau jadikan teman. Ada satu cara menarik untuk menguji mereka. Undanglah siapapun yang kau anggap sepadan untuk menjadi temanmu saat makan pagi disini, di rumah kita. Jika sudah sampai di sini, panjangkanlah waktu penyajian makanan. Biarkan mereka semakin lapar. Lihatlah apa yang kemudian mereka perbuat. Saat itu, rebuslah tiga butir telur. Jika dia tetap bersabar, hidangkanlah tiga telur itu kepadanya. Lihatlah, apa yang kemudian mereka perbuat! Itu cara yang paling mudah bagimu. Syukur, jika kau dapat mengetahui perilakunya lebih dari itu.”

Said sangat gembira mendengar nasihat ayahnya. Dia pun mempraktikan cara mencari teman sejati yang cukup aneh itu. Mula-mula, dia mengundang anak-anak para pembesar kerajaan satu persatu. Sebagian besar dari mereka marah-marah karena hidangannya tidak keluar keluar. Bahkan, ada yang pulang tanpa mengucapkan selamat tinggal dengan hati kesal, ada yang memukul-mukul meja, ada yang mleontarkan kata-kata keji dan memaki hamun karena terlalu lama menunggu hidangan.

Diantara teman anak raja itu, ada yang bernama Adil.

Dia anak seorang menteri. Said melihat, sepertinya Adil anak yang baik hati dan setia. Maka, dia ingin mengujinya. Diundanglah Adil untuk makan pagi. Adil memang lebih sabar dibandingkan anak-anak sebelumnya. Dia menunggu hidangan dengan setia, setelah dirasa cukup, Said mengeluarkan sebuah piring berisi telur rebus. Melihat itu Adil berkata keras, “Hanya ini sarapan kita? Ini tidak cukup mengisi perutku?”
Adil tidak mahu menyentuh telur itu. Dia pergi dan meninggalkan Said sendirian. Said diam. Dia tidak perlu meminta maaf kepada Adil karena meremehkan makanan yang telah dia rebus dengan kedua tanggannya. Dia mengerti bahwa Adil tidak lapang dada dan tidak cocok untuk menjadi teman sejatinya.

Hari berikutnya, dia mengundang anak saudagar terkaya. Tentu saja, anak saudagar itu sangat senang mendapat undangan makan pagi anak raja. Malam harinya, sengaja dia tidak makan dan melaparkan perutnya agar paginya dia dapat makan sebanyak mungkin. Dia membayangkan, makanan anak raja pasti enak dan lezat.

Pagi-pagi sekali, anak saudagar kaya itu telah datang menemui Said. Seperti anak-anak sebelumnya, dia harus menunggu waktu lama sampai makanan keluar. Akhirnya, Said membawa piring dengan tiga biji telur rebus di atasnya.

“Ini makanannya, saya ke dalam dulu mengambil air minum,” kata Said sambila meletakan piring itu di atas meja.

Lalu, Said masuk ke dalam. Tanpa menunggu lagi, anak saudagar kaya itu langsung melahap satu persatu telur itu. Tidak lama kemudian, Said keluar membawa dua gelas air masak. Dia melihat ke meja, ternyata tiga telur itu telah lenyap. Dia kaget.

“Mana telurnya?” tanya Said pada anak saudagar.

“Aku makan.”

“Semuanya?”

“Ya, aku lapar sekali.”

Melihat hal itu Said langsung tahu bahawa anak saudagar itu juga tidak boleh dijadikan teman setia. Dia tidak setia. Tidak dapat merasakan suka dan duka bersama. Sesungguhnya, Said juga belum makan apa-apa.

Said merasa jengkel kepada anak-anak sekitar istana. Mereka semua mementingkan diri sendiri. Tidak setia kawan. Mereka tida layak dijadikan teman sejatinya. Akhirnya, dia meminta izin kepada ayahnya untuk pergi mencari teman sejati. Akhirnya, said berfikir untuk mencari teman di luar istana. Kemudian, mulailah Said berpetualang melewati hutan, ladang, sawah, dan kampung-kampung untuk mencari teman yang baik.

Sampai akhirnya, di suatu hari yang cerah, dia bertemu dengan anak pencari kayu bakar. Said mengikutinya diam-diam sampai anak itu tiba di pondoknya. Rumah dan pakaian anak itu menunjukan bahawa dia sangat miskin. Namun, wajah dan sinar matanya memancarkan kecerdasan dan kebaikan hati. Anak itu mengambil air wudhu, lalu solat 2 roka’at. Said memerhatikannya dari balik rumpun pepohonan.

Selesai solat, Said datang dan menyapa, “Kawan, kenalkan namaku Said. Kalau boleh tahu, siapa namamu? Kau tadi solat apa?"


“Namaku Abdullah, tadi aku solat Dhuha.”

Lalu, Said meminta anak itu agar bersedia bermain dengannya dan menjadi temannya.

Namun, Abdullah menjawab, “Kukira kita tidak sesuai menjadi teman. Kau anak seorang kaya, malah mungkin anak bangsawan. Sedangkan aku, anak miskin. Anak seorang pencari kayu bakar.”

Said menyahut, “Tidak baik kau mengatakan begitu. Mengapa kau membeza-bezakan orang? Kita semua adalah hamba Allah. Semuanya sama, hanya taqwa yang membuat orang mulia di sisi Allah. Apa aku kelihatan seperti anak yang jahat sehingga kau tidak mahu berteman denganku? Mengapa tidak kita cuba beberapa waktu dulu? Kau nanti mampu menilai, apakah aku sesuai atau tidak menjadi temanmu.”

“Baiklah, kalau begitu, kita berteman. Akan tetapi, dengan syarat, hak dan kewajiban kita sama. Sebagai teman yang seia-sekata.”

Said menyepakati syarat yang diajukan oleh anak pencari kayu itu. Sejak hari itu, mereka bermain bersama, pergi ke hutan bersama, memancing bersama, dan berburu arnab bersama. Anak tukang kayu itu mengajarinya berenang di sungai, menggunakan panah dan memanjat pohon di hutan. Said sangat gembira sekali berteman dengan anak yang cerdas, rendah hati, lapang dada, dan setia. Akhirnya, dia kembali ke istana dengan hati gembira.

Hari berikutnya, anak raja itu berjumpa lagi dengan teman barunya. Anak pencari kayu itu langsung mengajaknya makan di pondoknya. Dalam hati, Said merasa kalah, sebab sebelum dia mengundang makan, dia telah diundang makan.Di dalam pondok itu, mereka makan seadanya. Sepotong roti, garam dan air putih. Namun, Said makan dengan sangat lahap. Ingin sekali rasanya dia minta tambah kalau tidak mengingat, siapa tahu anak pencari kayu ini sedang mengujinya. Oleh karena itu, Said merasa cukup dengan apa yang diberikan kepadanya.

Selesai makan, Said mengucapkan hamdalah dan tersenyum. Setelah itu, mereka kembali bermain. Said banyak menemukan hal-hal baru di hutan, yang tidak dia dapatkan di dalam istana. Dia diajari untuk mengenali dan membezakan jenis dedaunan dan buah-buahan di hutan, antara daun dan buah yang boleh dimakan, yang boleh di jadikan ubat, serta yang beracun.

“Dengan mengenal jenis buah dan dedaunan di hutan secara baik, kita tidak akan cemas jika  tersesat. Persediaan makanan ada disekitar kita. Inilah keagungan Allah!” kata anak pencari kayu bakar.

Seketika itu, Said tahu bahwa ilmu tidak hanya dia dapat dari madrasah seperti yang ada di ibukota kerajaan. Ilmu ada di mana-mana. Bahkan, di hutan sekalipun. Hari itu, Said banyak mendapatkan pengalaman berharga.

Ketika matahari sudah condong ke barat, Said bersalaman kepada sahabatnya itu untuk pulang. Tidak lupa, Said mengundangnya makan di rumahnya besok pagi. Lalu, dia memberikan secarik kertas pada temannya itu. “Pergilah ke ibu kota, berikan kertas ini kepada tentara yang kau temui disana. Dia akan mengantarkanmu ke rumahku,” kata said sambil senyum.

Insya Allah aku akan datang,” jawab anak pencari kayu itu.

Pagi harinya, anak pencari kayu itu sampai juga ke istana. Dia sama sekali tidak menyangka kalau Said adalah anak raja. Mulanya, dia ragu untuk masuk istana. Akan tetapi, jika mengingat kebaikan dan kerendahan hati Said selama ini, dia berani masuk juga.

Said menyambutnya dengan hangat dan senyum gembira. Seperti anak-anak sebelumnya yang telah hadir di ruang makan itu, Said pun menguji temannya ini. Dia membiarkannya menunggu lama sekali. Namun, anak pencari kayu bakar itu sudah terbiasa lapar. Bahkan dia pernah tidak makan selama tiga hari atau terkadang makan daun-daun mentah saja. Selama menunggu, dia tidak memikirkan makanan sama sekali. Dia hanya berfikir, seandainya semua anak bangsawan adalah sebaik anak raja ini, tentu dunia akan tenteram.

Selama ini, dia mendengar bahwa anak-anak pembesar kerajaan, senang membuat huru-hara. Namun, dia menemukan seorang anak raja yang santun dan soleh.


Akhirnya, tiga biji telur rebus pun dihidangkan. Said mempersilakan temannya untuk memulai makan. Anak pencari kayu bakar itu mengambil sebiji telur. Lalu, dia mengupas kulitnya pelan-pelan. Sementara itu, Said mengupas dengan cepat dan menyantapnya. Kemudian, dengan sengaja Said mengambil telur yang ketiga. Dia mengupasanya dengan cepat dan melahapnya. Temannya selesai mengupas telur. Said ingin melihat apa yang akan dilakukan temannya dengan sebutir telur itu, apakah akan dimakannya sendiri atau…?

Anak miskin itu mengambil pisau yang ada di situ. Lalu, dia membelah telur itu menjadi dua; yang satu dia pegang dan yang satunya lagi, dia berikan kepada Said. Said menangis terharu.

Lalu, Said pun memeluk anak pencari kayu bakar itu erat-erat seraya berkata, “Engkau teman sejatiku! Engkau teman sejatiku! Engkau temanku masuk syurga.”

Sejak itu, keduanya berteman dan bersahabat dengan sangat akrab. Persahabatan mereka melebihi saudara kandung. Mereka saling mencintai dan saling menghormati karena Allah Swt.

Karena kekuatan cinta itu, mereka bahkan sempat bertahun-tahun mengembara bersama untuk belajar dan berguru kepada para ulama yang tersebar di Turki, Syiria, Irak, Mesir dan Yaman.

Setelah berganti bulan dan tahun, akhirnya keduanya tumbuh dewasa. Raja yang adil, ayah Said, meninggal dunia. Akhirnya, Said diangkat menjadi raja untuk menggantikan ayahnya. Menteri yang pertama kali dia pilih adalah Abdullah, anak pencari kayu itu. Abdullah pun benar-benar menjadi teman seperjuangan dan penasihat raja yang tiada duanya.

Meskipun telah menjadi raja dan menteri, keduanya masih sering melakukan solat tahajud dan membaca Al-quran bersama. Kecerdasan dan kematangan jiwa keduanya mampu membawa kerajaan itu maju, makmur dan jaya, baldatun thayyibatun wa Rabbun Ghafur

http://aqmerpatiputih.blogspot.com/

Tuesday, August 23, 2011

Ulangkaji: Sempurnakan Solatmu

1. Menghadap Sutrah (Pembatas
Dari Abu Hurairah, bahawasanya Rasulullah SAW bersabda: "Apabila salah seorang dari kamu mengerjakan solat, hendaklah ia letakkan sesuatu dihadapannya. Jika ia tidak menemukan sesuatu hendaklah ia menancapkan tongkat. Jika ia tidak membaca tongkat hendaklah ia menarik garis kemudian apapun yang lewat dihadapannya tidak akan merosakkan solatnya". (HR Abu Dawud dan disahihkan oleh Ibnu Hibban, Ahmad dan Ibnul Madini)


2. Merapatkan saf
Dari Nu'man bin Basyir, bahawasanya Rasulullah SAW bersabda: "Rapatkanlah saf-saf kalian, atau Allah akan membuat wajah-wajah kalian saling berselisih (berpecah belah)." (HR Muslim)
3. Angkat takbir setentang dengan bahu atau telinga

Dari Abdullah bin Umar, bahawa Nabi SAW mengangkat kedua tangan beliau setentang bahu apabila membuka solat. (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Malik bin Al-Huwairits bahawa apabila Rasulullah bertakbir beliau mengangkat kedua tangan hingga setentang telinga beliau. (HR Muslim)

4. Sedekap di dada

Dari Sahal bin Sa'ad As-Sa'idi, ia berkata: "Kaum muslimin diperintahkan untuk meletakkan tangan kanan mereka di atas tulang hasta sebelah kiri mereka dalam solat"

Dari Waails, berkata: "Aku melihat Rasulullah sallallahua'laihiwassalam apabila berdiri dalam solat meletakkan tangan kanan beliau di atas tangan kiri beliau" (Hr Abu Daud dan An-Nasa'i)

Dari Waail bin Hujr, ia berkata: "Aku mengerjakan solat bersama Rasulullah, beliau meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dan meletakkannya di atas dada" (HR Ibnu Khuzaimah di dalam sahihnya dan ia mensahihkannya)


5. Rukuk dengan sempurna

a. Meratakan tulang belakang ketika rukuk
Dari Wabishah, dia berkata: "Aku pernah melihat Rasulullah SAW mengerjakan solat. Apabila rukuk, beliau meratakan punggung beliau hingga kalaulah diletakkan air di atasnya, nescaya tidak akan tertumpah". (HR Ibnu Majah dan At-Tabraani dalam Al-Kabir dan Ash-Saghir)


b. Tangan diletakkan di lutut, jari jemari direnggangkan


Dari Abu Humeid, ia bercerita tentang sifat solat Rasulullah SAW: "Apabila beliau rukuk, beliau meletakkan kedua telapak tangan dengan kukuh pada kedua lutut beliau dengan merenggangkan jari jemari beliau". (HR Abu Daud)


6.Sujud dengan sempurna

a. Posisi sujud dengan tujuh anggota iaitu dahi (termasuk hidung, dua tapak tangan, dua lutut dan dua kaki
Dari Abdullah bin Abbas, dia berkata: "Aku diperintahkan untuk sujud dengan tujuh anggota, yakni dahi (sambil mengisyaratkan dengan tangan ke hidung beliau), dua tangan, dua lutut dan hujung jari telapak kaki" (Muttafaqun 'alaih)


b. Hidung di cecahkan ke tempat sujud


Dari Abdullah bin Abbas, dia berkata: "Aku diperintahkan untuk sujud dengan tujuh anggota, yakni dahi (sambil mengisyaratkan dengan tangan ke hidung beliau), dua tangan, dua lutut dan hujung jari telapak kaki" (Muttafaqun 'alaih)


c. Telapak tangan di ratakan ke lantai dengan membentangkan kedua telapak tanganya, tidak menggenggam jari jemarinya dan tidak pula merenggangkannya.

At tirmidzi berkata: 'Cara seperti inilah yang dipilih oleh para ahli ilmu" - Kitab Al-Mumti', Nailul Authar dan lain2 (sila rujuk buku Sifatus Solah bil dalil wa ta'lil oleh Syaikh Muhammad bin Salih bin Sulaiman Al-Khazim)

d. Siku dinaikkan

"Baginda mengangkat kedua lengannya dari tanah dan menjauhkan dari rusuknya sampai warna putih kedua ketiak baginda terlihat orang di belakangnya" (HR Bukhari dan Muslim)

e. Kedudukan kaki semasa sujud hendaklah dirapatkan, diteggakkan dan jari jemari di hadap ke arah kiblat
Syaikh Muhammad Bin Utsaimin berkata: "Adapun kedua telapak kaki keduanya harus dirapatkan, dasarnya adalah hadis 'Aisyah, ia berkata: "Ketika aku kehilangan Rasulullah, tanganku meraih kedua telapak kaki beliau sewaktu beliau sedang sujud" Kemudian Syaikh Muhammad Bin Utsaimin menjelaskan: "Satu tangan tentu tidak boleh meraih kedua telapak kaki kecuali bila keduanya dirapatkan." (Al-Mumti')

Di riwayatkan oleh Abu Humeid radiallahuan tentang sifat solat Nabi,: "Apabila sujud beliau idak membentangkannya dan tidak pula menggenggamnya, dan beliau menghadapkan hujung-hujung jari kaki beliau ke arah kiblat". (HR Bukhari)


7. Duduk antara dua sujud

a. Menegakkan kaki
Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: "Termasuk sunnah dalam solat ialah menegakkan kaki kanan dan menghadapkan jari jemarinya ke arah kiblah lalu duduk di atas kaki kiri". (HR An-Nasa'i dan Abu Dawud dan disahihkan oleh Al-Albaani)

b. Meletakkan kedua tangan di atas paha dan hujung-hujung jari tepat di atas lutut.

Hendaklah ia meletakkan tangannya di atas paha dengan hujung-hujung jari tangan pada lututnya. Atau meletakkan tangan kanan di atas lutut kanannya seta tangan kiri di atas lutut kirinya, seolah-olah menggenggamnya. (Lihat Sisat Solat Nabi. Hlm. 40)

8. Duduk tasyahhud

a. Isyarat tasyahud dengan ibu jari dan jari tengah membentuk bulatan. Jari telunjuk di naikkan dan dibengkokkan sedikit

"Nabi SAW meletakkan telapak tangan kirinya di atas lutut kirinya dengan mengembang, tetapi baginda menggenggam semua jari tangan kanannya dengan mengacukan telunjuknya ke kiblat dan mengarahkan pandangan matanya ke telunjuknya" (HR Muslim)

Saturday, August 13, 2011

Mencari Redha Allah


Mencintai Allah pasti akan sunyi dengan manusia,
Saat orang ramai kesukaan dia berduka sedih,
Jasadnya dengan manusia tapi batinnya dengan Allah,
Ketenangan adalah hembusan dari langit,
Diturunkan ke dalam lubuk hati orang yang beriman,
Mereka akan tetap berdiri teguh di kala insan lain kegoncangan.

Begitu pantas masa berlalu. Alhamdulillah, hari ini sudah memasuki hari ke-14 kita berpuasa. Namun, adakah hari-hari yang berlalu kita manfaatkan sepenuhnya? Berjayakah kita mengatasi nafsu kita, berjayakah kita kikis tompok2 hitam yang melekat di lubuk hati kita selama ini. Dan berjayakah kita menjadi hambaNya yang menuruti segala suruhan dan meninggalkan segala laranganNya. Atau kita masih di takuk lama. Muhasabahlah!! Berhijrahlah!! Kerana belum tentu esok ADA untuk kita.

"Sesungguhnya barangsiapa yang mencari redha Allah dengan marahnya manusia, maka Allah akan cukupkan baginya akan segala keperluannya di dunia ini. Tetapi barangsiapa yang mencari redha manusia dalam keadaan Allah murka, maka Allah menyerahkan nasibnya kepada manusia"

Hayatilah hadith di atas. Semoga Ramadhan kali ini dapat menjadikan kita umat manusia yang sentiasa mencari redha Allah dalam setiap perbuatan kita. Alangkah indahnya andai segala pekerjaan kita di dunia ini dapat dijadikan amal ibadah kita kepadaNya. Tidak mustahil, bukan? Manusia yang sentiasa mencari redha Ilahi tidak akan melakukan perbuatan yang dilarangNya..malah sentiasa takut untuk melakukannya. Manusia itu akan sentiasa bertaubat akan keterlanjuran..kelekaannya dari mengingati sang pencipta pada setiap saat. Subhanallah..alangkah indahnya hidup ini andai semua manusia mencari redha Allah.

Tidak akan ada mudarat di sana sini, tiada kemusnahan harta benda. 
Tidak akan ada yang kuat menindas yang lemah, yang lemah sentiasa dibela. 
Tidak akan ada yang tidur dalam kelaparan, tiada makanan dibazirkan.
Tidak akan ada yang meninggi diri, seolah olah dialah paling berkuasa. 
Tidak ada khianat mengkhianati, saling memfitnah walau berkata dusta.
Tidak akan ada percampuran lelaki dan perempuan bukan mahram. 
Maka amanlah hidup manusia di muka bumi ini. 

Namun Allah menjadikan hidup manusia di dunia ini terbahagi kepada tiga golongan (mujahid Fathi Yakah):
Pertama: Golongan yang hidup hanya untuk dunia semata-mata (ad-Dhariyyun). Sikap mereka jelas seperti yang dinyatakan di dalam al-Quran: 
Dan tentu akan mereka katakan: "Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia sahaja dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan" -al-An'am: ayat 29.
Dan mereka berkata: "Kehidupan tidak lain hanyalah kehidupan dunia sahaja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa. Dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga sahaja" -al-Jatsiyah: ayat 24.  

Kedua: Golongan yang hilang pedoman, terumbang ambing, aqidah mereka bersimpang siur. Melakukan kesesatan dan menyimpang dari jalan Allah dalam kehidupan ini. Sementara mereka masih percaya mereka di jalan yang benar, mereka berbuat kebaikan. Meskipun ada antara mereka percaya kepada Allah dan hari Qiamat tapi aqidah mereka hanyalah gambaran semata-mata. Pada hakikatnya, mereka berfahaman kebendaan walaupun mereka melakukan kerja-kerja kebaikan.
"Orang-orang yang kafir kpd Tuhannya, amalan-amalan mereka seperti debu yang ditiup angin dengan deras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil sebarang manfaat dari apa yang mereka kerjakan di dunia ini. Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh" -Ibrahim; ayat 18.
"Dan orang-orang kafir, amalan-amalan mereka adalah seumpama fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh mereka yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu, dia tidak mendapatinya sesuatu apapun" -an-Nur: ayat 39.

Ketiga: Golongan yang menganggap dunia ini sebagai ladang tanaman untuk mendaptkan hasilnya di akhirat kelak. Golongan inilah yang benar-benar beriman dgn Allah. Mereka mengetahui hakikat hidup serta memahami nilai dunia berbanding hari akhirat. 
"Dan tidaklah kehidupan dunia ini selain daripada bermain-main dan bersenda gurau belaka. Dan sesungguhnya kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka, tidaklah kamu memahaminya" -al-an'Am: ayat 32.  


Mereka yang benar-benar beriman menganggap dunia sebagai medan perlumbaan untuk mentaati Allah SWT dan mencari keredhaanNya. Seluruh bidang hidupnya (ilmu, perniagaan, kekayaan, rumah, masa dan fikiran) diarahkan kepada Jalan Allah SWT. Islam telah ditetapkan oleh Allah SWT sebagai suatu sistem hidup yang sempurna. Telah ditentukan bahawa penilaian yang tinggi dan keuntungan hanya diberikan kepada mereka yang beriman serta menghayati Islam dalam kehidupan mereka.

“Demi masa. Sesunguhnya manusia itu dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh” -al-’Asr: ayat 1-3.
 
Mana-mana amalan yang tidak lahir daripada keimanan, maka ia tidak bernilai di sisi Allah SWT. Amalan saleh itu adalah buah Iman. Iman itu hidup dan bergerak melahirkan amalan yang soleh. Inilah Iman Islam. Iman itu bergerak, bekerja dan membangun menuju kepada matlamat redha Ilahi. Ia tidak semata-mata tersimpan beku di lubuk hati. Ia juga bukan semata-mata angan-angan atau sekadar niat baik sahaja tanpa diamalkan.
p.s. Semoga kita tergolong dalam golongan yang sentiasa mencari redha Allah.

Saturday, August 6, 2011

Aurat Wanita

Salam, berbuka dalam keimanan, berdiri dalam tarawih dan tahajud dalam kekhusyukan, suatu nikmat yang sangat besar nilainya, melebihi segala yang disinari sang mentari (E.O).
 “Wahai wanita, setiap ciptaan tuhan yang berharga di dunia ini akan terlindung dan amat sukar untuk diperolehi. Dimana kamu boleh dapatkan permata? Tertanam jauh di perut bumi, tertudung dan dilindungi. Dimana kamu jumpa mutiara? Terbenam jauh di dalam lautan, tertudung dan dilindungi oleh kulit kerang yang cantik. Dimana kamu cari emas? Terperosok di lapisan bumi, tertudung dengan lapisan demi lapisan tanah dan batu. Tubuh kamu adalah suci malah lebih berharga daripada emas mahupun permata.”
Sekadar renungan bersama...ayuh perbaiki diri, tingkatkan amal dan kurangkan dosa. Selamat berbuka!

Good deeds

 Six Easy ways to earn even after death.
1) Give a copy of Qur'an to someone. Each time one reads from it, you gain.
2) Donate a wheelchair to a hospital. Each time sick person uses it, you gain.
3) Participate in building a Masjid.
4) Place water cooler in a public place.
5) Plant a tree. You gain whenever a person,animal sits in its shade or eats from it.
6) And the easiest of all is to Share this message with people. Even if 1 applies.
  Acknowledge: W.N.

Tuesday, August 2, 2011

Setinta Harapan

Hari berganti hari. Waktu berlalu terasa singkat. Akhirnya Ramadhan yang ditunggu-tunggu telah pun tiba. Ramadhan memasuki hari ketiganya. 

Mudah-mudahan Ramadhan kali ini memberi seribu satu hikmah kepada kita. Semoga beroleh rahmatNya, dapat kita mengharungi Ramadhan kali ini hingga ke akhirnya. 

Manfaatkanlah setiap saat di bulan ini agar dapat kita memperbaiki diri kita dari segala aspek. Baik dari segi kesihatan mahupun dari segi ibadah kita.

Semoga dipermudahkan segala urusan kita sepanjang bulan ini. Setelah sekian lama ruangan ini sunyi, akhirnya dapat saya menulis kembali. SALAM RAMADHAN dari saya. 


Tuesday, May 24, 2011

Forward: Aurat Wanita (From Blognizamlah)

SAIDATINA AISYAH RA PERNAH BERPESAN..

"Sebaik-baik wanita adalah yang tidak memandang dan tidak dipandang". Jangan kau berasa bangga dengan kecantikanmu sehingga kau dikejar jutaan lelaki. Itu bukan kemuliaan bagimu. Jika kau berasa bangga, kau menyamakan dirimu dengan pepasir di pantai, yang boleh dipijak dan dimiliki sesiapa sahaja. Muliakanlah dirimu dengan taqwa, setanding mutiara Zabarjad, yang hanya mampu dimiliki penghuni syurga.

Di manakah kesilapan menutup aurat wanita hari ini? 


Kesalahan Pertama :Aurat itu adalah memakai tudung sahaja.

Kesalahan Kedua :
Bertudung tetapi memakai baju berlengan pendek.

Kesalahan Ketiga :
Bertudung tetapi kain bajunya terbelah dan menampakkan betis.

Kesalahan Keempat:
Bertudung tetapi bajunya sendat, ketet dan nipis lalu menayang bentuk kawasan-kawasan yang menggoda.

Kesalahan Kelima:
Bertudung tetapi amat longgar dan menayangkan jambul dan hujung rambutnya.

Kesalahan Keenam:
Bertudung tetapi hanya memakainya di pejabat sahaja,tidak di sekitar rumah, pasar raya dan sebagainya.

Kesalahan Ketujuh:
Bertudung tetapi tudungnya dilempar ke belakang leher,maka terdedahlah dada.

Kesalahan Kelapan:
Bertudung tetapi dengan tudung yang amat nipis sehingga boleh dilihat sanggul, leher, tengkuk dan dada.


p/s: cantiknya seseorg bukan terletak pd paras rupa, tapi pada hati....(tapi jangan sampai x jge penampilan pulak..;p)

Monday, May 2, 2011

Wanita

"Dan tundukkanlah pandanganmu dan jagalah kemaluanmu". Ingatlah wahai kaum wanita, dunia sekarang telah banyak yang cacat celanya, sehingga andai seorang wanita itu bertudung masih belum cukup untuk menutup auratnya. Dan pada kaum lelaki, jagalah matamu, jangan curi-curi melihat wanita muslimah yang bukan mahram bagimu, kerana ia dilarang.

Malam pasangannya siang, jaga pasangannya tidur
Rajin pasangannya malas, lelaki pasangannya perempuan
Kerana perempuan adalah pasangan kepada lelaki
Maka ALLAH telah menciptakan wanita itu dapat memikat lelaki

Bila berkata tentang terpikat
Maka ia ada hubung kait dengan nafsu
Jika ada hubungkait dengan nafsu, maka
Ada hubungan pula dengan bisikan syaitan

Nafsu dan bisikan syaitan mestilah dikawal dengan iman
Iman, mestilah menurut perintah ALLAH dan menjauhi laranganNya

Mata lelaki selalu menjalar
Apabila terlihat seorang perempuan
Setiap bentuk badan seorang perempuan
Ketahuilah, boleh dihayati oleh seorang lelaki

Apabila seorang lelaki terlihat seorang perempuan
Pertama yang akan dilihatnya ialah rambut wanita berkenaan
Maka akan ditafsirlah akan rambut wanita berkenaan
Oleh kerana itulah wanita wajib menutup rambutnya

Apabila rambut wanita itu telah ditutup, maka
Mata lelaki akan turun ke bawah
Melihat bentuk lehernya
Maka wajiblah wanita itu menutup lehernya

Maka mata lelaki itu akan turun lagi
Melihat bentuk payu daranya
Maka wanita itu wajiblah menutupnya
Dengan melabuhkan tudungnya

Setelah itu mata lelaki akan turun lagi
Melihat betapa ramping pinggangnya
Maka labuhkanlah pakaian supaya
Tidak ternampak bentuk pinggang kamu

Namun mata lelaki itu akan tetap turun
Melihat bentuk punggung wanita itu
Maka wajiblah wanita itu membesarkan pakaiannya
Agar bentuk punggung tidak kelihatan

Dan lelaki itu akan pula melihat bentuk pehanya
Maka janganlah sesekali wanita itu memakai seluar
Seluar yang ketat sehingga terlihat bentuk peha
Namun bersederhanalah dalam pemakaian kamu

Mata lelaki ini nakal, maka akan dilihatlah pula akan kakinya
Maka wajiblah wanita itu untuk menjauhkan lelaki itu dari dosa
Menutup kakinya dengan melabuhkan kain, atau memakai stoking
Yang warnanya jangan sesekali berwarna kulit perempuan

Maka mata lelaki ini akan kembali ke atas
Akan melihat pula bentuk tangan wanita itu
Maka tolonglah wahai muslimah, agar melabuhkan tudung
Menutupi bentuk tanganmu yang indah pada pandangan lelaki

Maka wahai lelaki, janganlah pula kamu melihat mukanya
Kerana ia akan menimbulkan fitnah, kecuali jika
Kamu wahai lelaki, ingin meminangnya
Jika wanita itu cukup soleh, berpurdahlah

Ingat-ingatkanlah wahai muslimin muslimat!
Sekilau-kilau berlian adalah paling menarik untuk dicuri.
Seindah-indah ciptaan adalah yang paling sukar untuk dijaga…

Wanita! Kamu dikurniakan Ilahi dengan seribu satu kelebihan
Sama ada kamu sedar atau tidak, syukurilah ia
Dengan meletakkan sesuatu itu di tempatnya…wassalam.

Syeikh Muhammad al-Ghazali

"Seandainya kamu beribadat pada malam Lailatulqadar di hadapan Kaabah tapi kamu tak pernah mengenang nasib umat dan memperjuangkannya, maka doa dan ibadat itu tidak ada nilaian di hadapan Allah (petikan dalam buku Pemikiran Muhammad al-Ghazali Oleh Mohd Rumaizuddin)"

Umar Abdul Aziz

"Andai kamu mampu, jadilah seorang ilmuwan. Jika tidak mampu, maka jadilah seorang murid. Jika tidak mampu, jadilah orang yang mencintai ilmu. Jika tidak mampu juga, maka janganlah kamu membenci orang yang berilmu."

Pemimpin

Pemimpin yang adil umpama pengembala yang mengasihi haiwannya. Pengembala itu membawa binatang gembalaannya ke padang rumput luas dan subur. Dia menjaga binatang gembalaannya agar tidak diterkam binatang buas. Dia selalu mengawasinya agar tidak kelaparan atau kehausan. Tidak mengharap berjumpa dengan harta 'Ahmad al-Bab'. Fikir-fikirkanlah! Hari ini kita mungkin bergelar pengikut. Esok lusa mungkin kita pula bergelar pemimpin.

Iktibar Palestin

Anak Palestin gugur syahid...
Anak Melayu gugur janin...
Anak Palestin hilang keluarga sebelum berkeluarga...
Anak Melayu hilang 'mahkota' sebelum berkeluarga...
Anak Palestin maut di tembak zionis...
Anak Melayu maut atas jalanraya dek rempit...
Anak Palestin menangis pertahan agama, harta, keluarga, tempat tinggal...
Anak Melayu menangis pertahan teman lelaki/wanita dirampas orang lain...