Monday, April 8, 2013

Cara Mudah Bersyukur [dari Ahmad Yani]



“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, nescaya kamu tidak akan dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(Surah Al-Nahl, 16:18)

Bersyukur merupakan salah satu kewajipan seorang Muslim kepada Allah. Begitu pentingnya bersyukur, Rasulullah s.a.w. yang sudah dijamin masuk syurga, tetap menyempurnakan tuntutan bersyukur kepada Allah. Dalam satu hadith disebutkan, Nabi selalu menunaikan sembahyang tahajud, memohon maghfirah (keampunan) dan bermunajat kepadaNya. Selesai menunaikan sembahyang, Nabi berdoa kepada Allah sehingga masuknya waktu Subuh.

Bersyukur merupakan antara ibadah mulia yang mudah dilaksanakan. Amalan ini tidak memerlukan banyak tenaga fizikal atau fikiran. Bersyukur atas nikmat Allah bererti berterima kasih kepada Allah kerana kemurahan Nya. Dengan kata lain, bersyukur bererti mengingati Allah yang Maha Kaya, Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Penyantun.

Para ulama’ mengemukakan tiga cara bersyukur kepada Allah. Pertama, bersyukur dengan hati nurani. Bisikan hati atau nurani selalu benar dan jujur. Untuk itu, orang yang bersyukur dengan hati nuraninya sebenarnya tidak akan pernah mengingkari begitu banyaknya nikmat Allah. Mendengarkan bisikan hati yang paling dalam, kita sebenarnya mampu menyedari seluruh nikmat yang kita perolehi pada setiap detik hidup kita yang kesemuanya hasil pemberian Allah. Hanya Allahlah yang mampu menganugerahkan nikmat yang begitu banyak kepada hambanya.

Kedua, bersyukur dengan ucapan. Ungkapan yang paling baik untuk menyatakan syukur kita kepada Allah melalui lidah adalah ucapan hamdalah. Dalam satu hadith, Rasulullah s.a.w. bersabda, “Barangsiapa mengucapkan subhana Allah, maka baginya 10 kebaikan. Barangsiapa membaca la ilaha illa Allah, maka baginya 20 kebaikan. Dan, barangsiapa membaca alhamdu li Allah, maka baginya 30 kebaikan.”

Ketiga, bersyukur dengan perbuatan, yang biasanya dilakukan anggota tubuh. Tubuh yang diberikan Allah kepada manusia sebaiknya dipergunakan untuk hal-hal yang positif. Menurut Imam Al-Ghazali, ada tujuh anggota tubuh yang harus dimaksimumkan untuk  bersyukur. Anggota itu adalah mata, telinga, lidah, tangan, perut, kemaluan, dan kaki. Seluruh anggota ini diciptakan Allah sebagai nikmatNya untuk kita. Lidah, misalnya, diciptakan adalah untuk mengeluarkan kata-kata yang baik, berzikir, dan mengungkapkan nikmat yang kita rasakan. 

“Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).”
(Surah ad-Dhuha, 93:11)

Syeikh Muhammad al-Ghazali

"Seandainya kamu beribadat pada malam Lailatulqadar di hadapan Kaabah tapi kamu tak pernah mengenang nasib umat dan memperjuangkannya, maka doa dan ibadat itu tidak ada nilaian di hadapan Allah (petikan dalam buku Pemikiran Muhammad al-Ghazali Oleh Mohd Rumaizuddin)"

Umar Abdul Aziz

"Andai kamu mampu, jadilah seorang ilmuwan. Jika tidak mampu, maka jadilah seorang murid. Jika tidak mampu, jadilah orang yang mencintai ilmu. Jika tidak mampu juga, maka janganlah kamu membenci orang yang berilmu."

Pemimpin

Pemimpin yang adil umpama pengembala yang mengasihi haiwannya. Pengembala itu membawa binatang gembalaannya ke padang rumput luas dan subur. Dia menjaga binatang gembalaannya agar tidak diterkam binatang buas. Dia selalu mengawasinya agar tidak kelaparan atau kehausan. Tidak mengharap berjumpa dengan harta 'Ahmad al-Bab'. Fikir-fikirkanlah! Hari ini kita mungkin bergelar pengikut. Esok lusa mungkin kita pula bergelar pemimpin.

Iktibar Palestin

Anak Palestin gugur syahid...
Anak Melayu gugur janin...
Anak Palestin hilang keluarga sebelum berkeluarga...
Anak Melayu hilang 'mahkota' sebelum berkeluarga...
Anak Palestin maut di tembak zionis...
Anak Melayu maut atas jalanraya dek rempit...
Anak Palestin menangis pertahan agama, harta, keluarga, tempat tinggal...
Anak Melayu menangis pertahan teman lelaki/wanita dirampas orang lain...