Sunday, April 18, 2010

Mengapa menangis?


Suatu hari, seorang anak bertanya kepada ibunya, "Ibu, mengapa ibu menangis?" Ibunya menjawab, "Sebab ibu adalah perempuan, nak." "Saya tidak mengerti ibu," kata si anak. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kau memang tak akan mengerti…"

Kemudian si anak bertanya kepada ayahnya. "Ayah, mengapa ibu menangis?" "Ibumu menangis tanpa sebab yang jelas," sang ayah menjawab. "Semua perempuan memang sering menangis tanpa alasan."

Si anak membesar menjadi remaja, dan dia tetap terus bertanya-tanya, mengapa perempuan menangis? Hingga pada suatu malam, dia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, "Ya Allah, mengapa perempuan mudah menangis?" Dalam mimpinya dia merasa seolah-olah mendengar jawapannya:

"Saat Ku ciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

"Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali menerima cerca dari si bayi itu apabila dia telah membesar.

"Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa.

"Ku berikan kesabaran jiwa untuk merawat keluarganya walau dia sendiri letih, walau sakit, walau penat, tanpa berkeluh kesah.

"Kuberikan wanita perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam apa jua keadaan dan situasi. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada anak- anak yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didakap dengan lembut olehnya.

"Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sukar dan menjadi pelindung baginya. Sebab tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak.
"Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyedarkan bahawa suami yang baik adalah yang tidak pernah melukai isterinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.

"Dan akhirnya, Kuberikan wanita air mata, agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus kepada wanita, agar dapat dia gunakan bila-bila masa pun dia inginkan. Ini bukan kelemahan bagi wanita, kerana sebenarnya air mata ini adalah "air mata kehidupan."

Hargailah mereka yang perlu dihargai...dengan sentiasa menyenangkan dan mendoakan keselamatan, kesejahteraan dan kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat.

No comments:

Post a Comment

Syeikh Muhammad al-Ghazali

"Seandainya kamu beribadat pada malam Lailatulqadar di hadapan Kaabah tapi kamu tak pernah mengenang nasib umat dan memperjuangkannya, maka doa dan ibadat itu tidak ada nilaian di hadapan Allah (petikan dalam buku Pemikiran Muhammad al-Ghazali Oleh Mohd Rumaizuddin)"

Umar Abdul Aziz

"Andai kamu mampu, jadilah seorang ilmuwan. Jika tidak mampu, maka jadilah seorang murid. Jika tidak mampu, jadilah orang yang mencintai ilmu. Jika tidak mampu juga, maka janganlah kamu membenci orang yang berilmu."

Pemimpin

Pemimpin yang adil umpama pengembala yang mengasihi haiwannya. Pengembala itu membawa binatang gembalaannya ke padang rumput luas dan subur. Dia menjaga binatang gembalaannya agar tidak diterkam binatang buas. Dia selalu mengawasinya agar tidak kelaparan atau kehausan. Tidak mengharap berjumpa dengan harta 'Ahmad al-Bab'. Fikir-fikirkanlah! Hari ini kita mungkin bergelar pengikut. Esok lusa mungkin kita pula bergelar pemimpin.

Iktibar Palestin

Anak Palestin gugur syahid...
Anak Melayu gugur janin...
Anak Palestin hilang keluarga sebelum berkeluarga...
Anak Melayu hilang 'mahkota' sebelum berkeluarga...
Anak Palestin maut di tembak zionis...
Anak Melayu maut atas jalanraya dek rempit...
Anak Palestin menangis pertahan agama, harta, keluarga, tempat tinggal...
Anak Melayu menangis pertahan teman lelaki/wanita dirampas orang lain...