Sunday, February 3, 2013

Jangan Mudah Menilai


Dalam kehidupan seharian yang kita lalui, kita mudah sekali menilai orang lain, dengan sekali pertemuan kita mudah sekali melabel orang itu dan ini, sedangkan tidakkah ketika kita bertemu orang yang kita labelkan sombong itu sebenarnya tidak begitu, orang yang kita labelkan pendiam adalah sebaliknya. Kita harus memahami dengan umur yang Allah s.w.t berikan ini kita sebenarnya masih belum mengenali diri kita sendiri, justeru itu bagaimana pula dengan waktu yang singkat kita boleh menilai orang lain.
Penilaian kita terkadang hanyalah sebuah refleksi dari paradigma kita sendiri dan bukanlah satu realiti!Maka yang paling layak membuat penilaian ialah Allah s.w.t, Dia bukan sahaja mengetahui apa-apa yang dilakukan oleh manusia malah apa yang difikirkan termasuk segalanya yang ada dalam naluri manusia yang kadangkala tidak kita sedari.

Ini dapat kita fahami melalui firmanNya:
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”
( Surah Qaf : 16 )

Maka dalam ajaran Islam kita tidak dianjur untuk menilai seseorang, berprasangka dan membuat tohmahan dan sebagainya tetapi diajar kepada untuk membuat muhasabah terhadap diri sendiri supaya kita dapat mengenali sebenarnya potensi fitrah kita.

Peace no war!!

No comments:

Post a Comment

Syeikh Muhammad al-Ghazali

"Seandainya kamu beribadat pada malam Lailatulqadar di hadapan Kaabah tapi kamu tak pernah mengenang nasib umat dan memperjuangkannya, maka doa dan ibadat itu tidak ada nilaian di hadapan Allah (petikan dalam buku Pemikiran Muhammad al-Ghazali Oleh Mohd Rumaizuddin)"

Umar Abdul Aziz

"Andai kamu mampu, jadilah seorang ilmuwan. Jika tidak mampu, maka jadilah seorang murid. Jika tidak mampu, jadilah orang yang mencintai ilmu. Jika tidak mampu juga, maka janganlah kamu membenci orang yang berilmu."

Pemimpin

Pemimpin yang adil umpama pengembala yang mengasihi haiwannya. Pengembala itu membawa binatang gembalaannya ke padang rumput luas dan subur. Dia menjaga binatang gembalaannya agar tidak diterkam binatang buas. Dia selalu mengawasinya agar tidak kelaparan atau kehausan. Tidak mengharap berjumpa dengan harta 'Ahmad al-Bab'. Fikir-fikirkanlah! Hari ini kita mungkin bergelar pengikut. Esok lusa mungkin kita pula bergelar pemimpin.

Iktibar Palestin

Anak Palestin gugur syahid...
Anak Melayu gugur janin...
Anak Palestin hilang keluarga sebelum berkeluarga...
Anak Melayu hilang 'mahkota' sebelum berkeluarga...
Anak Palestin maut di tembak zionis...
Anak Melayu maut atas jalanraya dek rempit...
Anak Palestin menangis pertahan agama, harta, keluarga, tempat tinggal...
Anak Melayu menangis pertahan teman lelaki/wanita dirampas orang lain...